Kerupuk Melempem Frees the Animal In Me

Biasa kalo pagi anak-anak belum ada yang bangun. Bangunnya menjelang tengah hari. Nggak yang cowok, nggak yang cewek, sama aja semua, tukang bangkong. Nah, emaknya ini nggak bisa bangun siang karena di sini kalo pagi dinginnya ampun pak dheee… Saya nggak tahan, jadi terbangun.

Bangun tidur, umek sana umek sini. Setelah selesai semua, baru sarapan. Nah, ini baru selesai sarapan dan sarapan hari ini jossss puuuooll…!!

Lodeh kacang panjang, sambel pete iwak pedo, plus krupuk melempem! Ya, you heard me: MELEMPEM.

Saya suka krupuk melempem. No, I’m not being satirical. Saya memang suka krupuk melempem. Sebab apa? Sebab makannya nggak ribut, nggak bersuara krauk-krauk… Trus sensasinya ketika menggigit kerupuk melempem itu bikin saya seakan jadi singa yang lagi mencabik daging kuda zebra di padang savannah. Whooooaa! Kesimpulannya, kerupuk melempem frees the animal in me.

Kenyangng…

Iklan

Ngerumpi yuuk...!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s