That ‘Sexy’ Delight

Si papa berkeliaran di kamar sambil ngemil sesuatu. Saya lihat makanan yang di tangannya itu macam singkong goreng, tapi bentuknya kok lebih mirip tahu bulat; penasaran.

Saya: Apa itu?
Si papa: Nggak tau. Ayam kayanya…

Kemudian sepotong makanan di tangannya itu ditelitinya. Agaknya si papa juga ragu yang dimakannya itu benar ayam.

Saya: Bukan tahu?
Si papa: Ayam nih kaya’nya… tapi nggak tau juga ini bagian apanya ayam… Mungkin tumornya ayam.
Saya: Wakwakwakwakwak…

Nggak lama kemudian si ibu (mertua) mampir, memberitahukan pada saya kalo tadi beliau menggorengkan 2 buah zakar sapi tapi kemudian that ‘sexy’ delight kok hilang entah ke mana. Maksut beliau, skrotum itu buat lauk makan anak-anak saya. Oh my… Anak-anak saya mau dikasi makan zakar sapi??? Gpp sih, cuma aneh aja… Heuheuheu…

Saya tau, sebagian orang doyan makan zakar sapi (si ibu bilang itu namanya PRINCILAN SAPI). Saya juga tau, princilan sapi nggak berbahaya dikonsumsi manusia. Mungkin rasanya juga lebih enak ketimbang daging sapi, atau buntut sapi, atau bibir sapi (cingur). Entahlah, saya sama sekali nggak pengen tau. Bagi saya princilan sapi, atau princilan kambing, atau princilan apapun adalah hal yang terlalu ‘sakral’ untuk dikunyah dan ditelan.

big balls

In some cultures it is believed that a man eating a body part will gain the benefits of that body part.

Si ibu menghilang, si papa muncul lagi. Segera saya kabarkan, “eh, ternyata yang kamu makan tadi bukan tumor ayam lho… Ternyata princilan sapi. Udah tau belum?”

Si papa nampak mual-mual. Saya tertawa terkekeh-kekeh.

Iklan