Lazy Mommy Banana Ice Cream ;D

Taukah Anda bahwa Anda bisa bikin es krim dari hanya satu bahan saja? Selain bahannya cuma satu, bikinnya juga gampang banget. Kucing pun bisa.

Siapkan pisang, terserah banyaknya berapa. Kupas, potong-potong sekenanya, trus simpan dalam freezer. Setelah beku, hancurkan dengan food processor atau blender yang masih kuat ngancurin benda sekeras es batu. Selesai.

Es krim pisang ini teksturnya selembut es krim vanila atau coklat dengan merk yang iklannya sering seliweran di TV. Dia lumerrr begitu nyampe di lidah. Hmmm… Cuman, buat yang nggak doyan cita rasanya pisang, sayang sekali, es krim pisang ini rasa pisangnya kenceng banget!

Untuk ‘mengelabui’ lidah kamu, campur dengan beberapa potong buah lain yang segar, yang rasanya dominan, dan kalo bisa, yang warnanya juga menyegarkan karena warna pisang kurang menggairahkan ketika udah lama lepas dari kulitnya. Saran saya sih, nangka, mangga, strawberry. Boleh juga disertai kismis biar es krim tampil lebih seru.

lazy mommy ice cream

Ini es krim pisangnya saya campur strawberry, trus dihias whip cream dan ditaburi parutan coklat.

Selain rekayasa rasa dengan buah, rasa pisang bisa juga ditutupi dengan beberapa sendok susu bubuk, atau sejumput vanili. Dicampur coklat dan taburan kacang-kacangan juga oke deh kayanya… Tapi saya belum pernah nyoba. Terpikir juga mau nyoba dicampur santan beku dan susu bubuk, plus bubuk vanila, kopi, atau kayu manis. Next time yow!

Hal lain yang perlu diingat dalam membuat es krim pisang ini adalah kondisi pisangnya. Sebaiknya pilih pisang yang sudah hampir busuk, yang kulitnya sudah kelihatan jelek dan dagingnya sudah agak terlalu empuk. Karena makin tua pisangnya, makin lembut tekstur es krimnya. Sedang makin muda pisangnya, makin kenceng rasa pisangnya ketika sudah jadi es krim. Selain itu, pisang yang kurang tua akan menghasilkan rasa es krim yang agak pahit.

Iklan

Lazy Mommy Steamed Blackforest :)

Cooking is fun, oleh karena itu jangan sering-sering masak. Kalo udah sering kan jadinya nggak fun lagi tapi jadi biasa. Hehe…

Itulah alasan emak-emak yang males masak. Hehehe… Ada si ibu aja kok, soal hidangan tak perlu khawatir! Tapi kadang saya masak. Kemaren juga saya masak, bikin blackforest kukus. Berhubung saya nggak punya banyak waktu dan tenaga dan peralatan masak, bikin blackforest kukusnya pake tepung adonan blackforest kemasan aja. Ada kok di supermarket. Tinggal campur telur, mentega, margarin, kocok, kocok, kukus 5-10 menit, jadi. Wes, pokoknya ikuti instruksi pada kotak kemasan, dijamin sukses karena memang gampang banget. Kucing pun bisa!

lazy-mommy-steamed-blackforest

Sekotak adonan jadi 30++ blackforest mangkokan kaya gitu. Kecil-kecil sih... karena tujuannya buat anak kecil. Kalo mau bikin yang gedean, bisa, tapi kukusnya agak lamaan ya!

Biar spesial, sebelum dikukus, taburi adonan dengan parutan cooking chocolate. Trus kukus. Setelah dikukus, olesi whip cream (whip creamnya yang instan juga ada di supermarket), trus hias dengan strawberry, mangga, jeruk, atau parutan coklat lagi. Be creative. Trus dinginkan di kulkas sampe whip creamnya mengeras biar nggak clemotan ke mana-mana waktu dimakan. Kalo sampe clemotan, hadeeeh… musti ngelap mulut anak, mandiin lagi, musti ngepel, nyuci baju yang ikut keclemotan… Repot.

Selera Telinga Mempengaruhi Pilihan Warna

Sepatu lama

Terakhir saya beli alas kaki adalah taun lalu.

Sandal baru

Hari ini saya beli alas kaki baru.

Dan saya baru nyadar kalo tiap beli alas kaki, saya selalu milih yang warnanya semacam metalik, yang glowing, yang memantulkan sinar datang dengan optimal. Kebetulan saya suka musik disco, techno, industrial. Sepertinya selera telinga mempengaruhi pilihan warna saya. Bagaimana dengan Anda?